Festival Silat Jampang 6 Sekses Digelar

100 Pemanah Tradisional Berlaga dalam Kompetisi Memanah Horsebow Djampang
December 11, 2017
Zona Madina Dompet Dhuafa Menyiapkan Atlit Pencak Silat IndonesiaMelalui Jampang Silat Competition 3
December 27, 2017

Depok – Pengembangan Pencak Silat di Indonesia sampai dengan hari ini menjadi sebuah kesuksesan para Guru Silat yang sudah mengabdikan dirinya dalam pengembangan perguruan. Pencak Silat sebagai identitas dan harga diri bangsa dan merupakan seni beladiri tradisional yang lahir di Nusantara, dan kemudian berkembang ke seluruh Dunia.

Pencak Silat saat ini, telah memiliki ruang yang lugas disetiap sudut kehidupan. Pencak silat ada di cafe, Pencak Silat ada di warung kopi, di rumah sakit, di masjid, di sekolah, di perkantoran, pusat perbelanjaan, di lapangan dekat rumah, bahkan sampai menembus 41 negara diluar negeri mulai dari Malaysia sampai dengan belanda. Berdasar pada profile IPSI ( Ikatan Pencak Silat Indonesia ) jumlah Perguruan Pencak Silat pada tahun 1993 berjumlah 840 Perguruan jika terjadi pertambahan dengan asumsi 2% pertahun, maka dalam kurun waktu 14 tahun, saat ini diperkirakan Indonesia sudah memiliki 1075 Perguruan Pencak Silat pada tahun 2017.

Saat ini para pesilat menjadi bagian dari perkembangan budaya bangsa, saat ini pesilat mulai mengakar dari buruh kasar sampai dengan pejabat publik dan hari ini. Minggu (10/12/2017) pesilat berkumpul untuk saling mengenalkan perguruannya di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Kota Depok pada sebuah pergelaran budaya ( FSJ 6)  “Festival Silat Jampang 6”. Event Budaya yang digawangi oleh Kampung Silat Jampang, IPSI Kota Depok dan Komunitas Silat LUMBUK Depok, FP2STI dan D’MAllini diharapkan dapat menjadi bagian dalam pengembangan silat di Kota Depok khususnya dan Jabodetabek serta Indonesia pada umumnya. Melalui FSJ 6 diharapkan masyarakat dapat melihat dan tertarik untuk belajar pencak silat. Dan yang terpenting adalah perjuangan pesilat Indonesia agar Pencak Silat diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia dapat terwujud.

Acara Festival Silat Jampang 6 ini diikuti oleh 109 Peserta yang terbagi dalam kategori Anak dan Dewasa dengan tiga kelas yaitu Perseorangan, Berpasangan dan Berkelompok. Dari 109 peserta ini jumlah pesilat yang ikut serta berjumlah 306 peserta dan penonton berjumlah sekitar 300 orang, jadi belum termasuk dengan masyarakat umum, ada 700 pesilat berkumpul di pusat perbelanjaan D’Mall. Herman Budianto, M.Si,  selaku Ketua Kampung Silat Jampang ( KSJ )dan sekaligus Direktur Zona Madina Dompet Dhuafa sangat mengapresiasi kepada Para Guru Silat yang telah memberikan kesempatan kepada siswa silatnya untuk dapat ikutserta dalam perhelatan budaya “Festival Silat Jampang 6” ini.

Sebagai Organisasi Silat masyarakat KSJ terus berinovasi dalam pengembangan silat dan membawa silat dalam sebuah posisi bahwa dunia harus mengakui keberadaannya. KSJ saat ini mengembangkan Silat Prestasi, Silat Tradisi dan Riset dan Literasi Silat. Pengembangan program  silat kami pada tahun 2017 ini menyasar ke Hongkong untuk mendapingi para TKI disana. Di bidang akademisi kami membangun komunikasi dengan beberapa umniversitas dimana target kami bahwa Pencak silat harus menjadi bagian dari riset akademisi dan yang terakhir KSJ saat ini mulai membuka cakrawala pesilat melalui pelatihan-pelatihan Managemen Perguruan Silat, seperti pelatihan character building, publik speaking, manajemen fundraising, dan pelatihan pengembangan perguruan silat. Sebagai bagian dari Lembaga Zakat Nasional dimana Zona Madina adalah bagian dari Dompet Dhuafa yang bergerak dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan berbasis pengelolaan dana ZISWAF, kami pun sadar bahwa dalam pencapaian target program diharapkan dari program pemberdayaan silat ini dapat menjadikan siswa silat sebagai siswa berprestasi disekolahnya yang kemudian mendapatkan beasiswa dan ketika lulus sekolah dapat melanjutkan sampai dengan sarjana ataupun jika tidak, mereka dapat bekerja dengan keahlian pencak silatnya yang akhirnya dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

Sebagai bagian dari Organisasi Pesilat Indonesia yang bermarkas di Zona Madina – Kemang Bogor sejak tahun 2008 sampai saat ini KSJ sudah memiliki 25 anggota perguruan silat dengan mitra lebih dari 50 sekolah serta memiliki 5267 siswa silat yang tersebar di jabodetabek. Untuk tahun 2018, KSJ akan memperbesar ruang pendampingan pelatihan manajemen perguruan silat dan riset serta menerbitkan buku silat ke 3, dengan tujuan agar peguruan silat dan para dewan guru dapat lebih mengembangkan perguruannya dan dapat meningkatan prestasi siswa silatnya serta dapat menumbuhkembangkan ekonomi silat dimasa yang akan datang. Kepada masyarakat umum jika ingin belajar silat maka bisa langsung datang langusng ke Sekretariat KSJ di Kawasan terpadu Zona Madina, Jalan Raya Parung KM. 42 Desa Jampang – Kemang Bogor, atau menghubungi kami di nomer kantor 0251. 861 2925 atau 085774464660 dengan saudara Ardy atau search di web kami www.zonamadina.com

Muali Yahya, selaku ketua panitia pelaksana acara FSJ 6 menyampaikan bahwa antusias para pesilat sangat bagus, hal ini dibuktikan dengan animo perguruan silat yang ingin mendaftar sangat banyak sekali bahkan karena adanya keterbatasan waktu dan pembatasan jumlah peserta maka ada beberapa perguruan silat yang akhirnya tidak dapat kami terima sebagai peserta. Saya mengucapkan terima kasih kepada KSJ dan Zona Madina Dompet Dhuafa yang telah mempercayakan saya sebagai ketua panitia dan memberikan kesempatan kepada saya mewakili para pesilat untuk dapat mengembangkan kemampuan berorganisasi dan managemen event. Sudah saatnya para guru, pelatih dan pesilat masuk kedalam ruang yang lebih besar yaitu managemen silat.

Jaya terus untuk Pencak Silat Indonesia, kami selalu ada untuk berjuang pembangunan bangsa dan negara.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Zakat & Donasi