IAIN Bengkulu Lakukan Studi Pola Pemberdayaan Zakat di Kawasan Zona Madina

IGTK Gunung Sindur Gelar Manasik Haji di Kawasan Zona Madina
September 16, 2019
GERLI: Jadikan Hidup Lansia Lebih Sehat dan Lebih Muda
September 18, 2019

ZONA MADINA.COM – Berdasakan laporan kinerja lembaga Dompet Dhuafa semester 1 tahun 2019, menyebutkan bahwa jumlah penerima manfaat tercatat 548.316 jiwa yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan 16 negara, dengan jumlah penghimpunan sebesar 143.34 Milyar dan penyaluran sebesar 85,90%. Hal ini menjadikan Dompet Dhuafa berkinerja efektif menurut Rasio Allocation Zakat Core Prinsiple.

Salah satu sebaran manfaat Dompet Dhuafa yaitu berada di Kawasan Zona Madina dengan jumlah penerima manfaat layanan 706 jiwa. Kawasan Zona Madina didesain sebagai kawasan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, dibangun di atas tanah wakaf seluas 2.16 Hektar di wilayah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Desain pemberdayaan masyarakat di Kawasan Zona Madina memiliki radius seluas 5 Km arah utara, timur, selatan dan barat, yang mencakup 4 kecamatan dan 17 desa, dengan Desa Jampang sebagai titik pusat. Di pusat pengelolaan Kawasan Zona Madina, dibangun fasilitas layanan dhuafa meliputi: Smart Ekselensia, Sekolah E-Tahfidz, Makmal Pendidikan, Sekolah Guru Indonesia, Pusat Sumber Belajar, DD Corporete University, RS Sehat Terpadu, Masjid Al Madinah, DayaMart, Kampung Silat Jampang (KSJ), Jampang English Village (JEV), Rumah Kemasan, Area Camping dan Area Panahan.

Hal inilah yang mendorong lembaga lain dan kampus-kampus untuk berkunjung dan belajar tentang pola pemberdayaan masyarakat. Senin, 16 September 2019, Dua Dosen IAIN Bengkulu bertandang ke Kawasan Zona Madina untuk melihat lebih dekat setiap proses dan tahapan pemberdayaan. Mereka pun mengelilingi area RS Sehat Terpadu dan sentra-sentra pemberdayaan yang berada di lingkungan masyarakat, yaitu di Sentra Tahu Iwul, Sentra Golok, Sentra Kambing, Sentra Ikan dan JEV. Tak ketinggalan, Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini pun menikmati fasiltas panahan di Djampang Archery Village (DAV). “Alhamdulillah selama 2 hari, kami berkunjung di Kawasan Zona Madina, begitu banyak pembelajaran yang kami dapat, dan terima kasih atas pelayanan yang sangat memuaskan”, ujar Dr. Asnaini, M.A.

Ada banyak cara, ada banyak kisah dan lika-liku di dalam dunia pemberdayaan. Dan hampir dari semua sejarah pemberdayaan yang ada, maka membina masyarakat itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada istilah dari Bengkulu yang dituturkan oleh salah satu dosen, Ibu Fatimah, “Singkap Daun Ambil Buah”. Beliau menerangkan, dalam membina dan mengembangkan masyarakat butuh sekali perjuangan, karena masyarakat pada umumnya lebih memilih sesuatu yang praktis, Singkap Daun Ambil Buah.

Ada juga cerita yang dituturkan oleh Sharkiah selaku koorinator JEV yang berkisah tentang siswa-siswinya. Butuh tidak sedikit waktu untuk membangun rasa percaya diri anak-anak di masyarakat yang notabene-nya adalah anak-anak dhuafa. Dalam event kompetisi Bahasa Inggris yang 3 tahun lalu digelar, hanya ada 10 anak yang berani mengikuti lomba. Pada saat info lomba diumumkan, mendadak kelas menjadi sepi dan kembali ramai setelah event lomba selesai. Namun sekarang, pada kompetisi di tahun ketiga, ada 120 anak yang berani mengikuti lomba dan 200 anak yang ikut meramaikannya. Sabar dan terus tawakal merupakan kunci utama sebagai agen perubahan di masyarakat.

Dua hari yang dihabiskan, tak kan pernah cukup untuk mengulas detail pemberdayaan di masyarakat. Dengan semangat baru, Dosen IAIN Bengkulu pun bertekad untuk melakukan penguatan pemberdayaan disana dengan melibatkan civitas akademi, mahasiswa dan masyarakat. (ahm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Donasi