Kandaga Budaya Kabupaten Bogor bersama Zona Madina Dompet Dhuafa Gelar Festival Angklung

Pelatihan Customer Handling Rumah UMKM Madina Tingkatkan Daya Saing Empat Kecamatan
Oktober 6, 2025
Zona Madina Dompet Dhuafa Tingkatkan Daya Saing Produk: Baker Madina Bakery Dilatih Khusus Membuat Roti Tawar dan Burger
Desember 9, 2025

Zona Madina – Bogor, [16 November 2025] – Dalam rangka memperingati Hari Angklung Sedunia, Kandaga Budaya Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan Zona Madina sukses menyelenggarakan Festival Angklung. Acara yang diselenggarakan di Zona Madina pada Minggu,  16 November 2025, ini menjadi panggung bagi ribuan peserta didik untuk menunjukkan bakat serta kecintaan mereka terhadap warisan budaya tak benda dunia dari Jawa Barat.

Gebyar Pembukaan Festival Angklung 2025

Festival Angklung dibuka secara simbolis dan meriah di panggung budaya Zona Madina. Pembukaan ditandai dengan pertunjukan angklung yang melibatkan tokoh-tokoh penting di Kabupaten Bogor dan pegiat seni.

Mereka yang turut memainkan angklung bersama adalah Ketua Kandaga Budaya, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Ketua Kawasan Zona Madina, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, serta dua juri utama: Asep Nana Sutisna, S.Pd., dan Herman Lirayana. Pertunjukan yang juga diikuti oleh sejumlah tim peserta terpilih ini menghasilkan suara harmonis yang menandai dimulainya perayaan budaya tersebut.

Setelah pembukaan yang spektakuler, seluruh rangkaian perlombaan kemudian dilanjutkan di Aula Serba Guna Zona Madina dan berlangsung tertib hingga sore hari, tepatnya pukul 16.00 WIB.

Festival ini mencatat antusiasme yang luar biasa dengan keikutsertaan total 38 tim dari berbagai sekolah di wilayah Jabodetabek. Sebanyak 34 tim berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 4 tim dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), menunjukkan regenerasi pemain angklung di usia muda berjalan masif.

Ketua Kandaga Budaya Kabupaten Bogor – Drs. Achmad Sofyan, M.M.

Ketua Kandaga Budaya Kabupaten Bogor, Sofyan, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Zona Madina dalam menggelar festival kesenian seperti ini telah terjalin dengan baik dan kini memasuki penyelenggaraan yang kedua. “Berkolaborasi dengan Zona Madina dalam hal festival kesenian ini sudah dilakukan dua kali. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk memajukan seni dan budaya lokal,” ujar Sofyan.

Lebih dari sekadar kompetisi, Festival Angklung ini membawa misi edukatif dan pembentukan karakter. Kang Eman, dari Divisi Program dan Pengembangan, menjelaskan bahwa acara ini
dirancang untuk mencapai dua tujuan utama:

1. Pengenalan Budaya: Memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap kesenian daerah, khususnya seni angklung, kepada peserta didik SD, SMP, maupun SMA, serta masyarakat luas.
2. Pendidikan Karakter: Melatih karakter keberanian dan kepercayaan diri peserta melalui pengalaman tampil di depan umum.

Penyerahan Piala Bergilir Dinas Pendidikan

Antusiasme tinggi para peserta memuncak saat pengumuman juara. Setelah melalui penilaian ketat dari para dewan juri, termasuk Mr. Asep Nana Sutisna, S.Pd., dan Mr. Rd. Herman Lirayana, beberapa tim berhasil meraih gelar terbaik. Kemenangan ini bukan hanya soal hadiah, tetapi juga pengakuan atas dedikasi mereka dalam melestarikan seni angklung.

Komitmen untuk menjadikan festival ini agenda tahunan disambut baik oleh berbagai pihak. Ibu Ade, selaku Divisi Sanggar Tari, menaruh harapan besar pada keberlanjutan acara ini. “Mudah-mudahan kerja sama ini jangan sampai di sini. Harapannya, setiap tahun acara ini dapat diselenggarakan sehingga bisa memberikan tontonan pendidikan yang edukatif, khususnya untuk warga Kabupaten Bogor,” tutur Ibu Ade.

Bazar UMKM Festival Angklung 2025

Selain mengedepankan nilai seni dan budaya, Festival Angklung tahun ini juga berperan aktif sebagai motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Area festival disemarakkan dengan bazar yang menampilkan beragam produk UMKM, mulai dari kerajinan tangan seperti produk rajut, hasil pertanian seperti telur ayam arab, hingga berbagai varian makanan dan minuman.

Salah satu pelaku UMKM yang berpartisipasi, Novi, menyampaikan rasa syukurnya atas dampak positif yang dirasakan. “Kami sangat bersyukur dengan adanya bazar di Festival Angklung ini. Pendapatan kami sebagai pelaku UMKM meningkat. Kami berharap kerja sama penyelenggaraan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan ke depan,” ujar Novi, yang menunjukkan dampak langsung kegiatan budaya terhadap kesejahteraan ekonomi rakyat. Kehadiran bazar UMKM ini menegaskan bahwa kegiatan budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kerakyatan, memberikan dampak positif yang menyeluruh bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Kesuksesan acara ini juga didukung oleh Zona Madina, kawasan yang dikembangkan dari hasil ZISWAF. Kawasan ini dikenal sebagai lokasi yang asri, indah, bersih, dan tentunya ramah keluarga, menjadikannya tempat ideal untuk perhelatan seni dan budaya yang edukatif. Kerja sama antara Kandaga Budaya dan Zona Madina diharapkan dapat terus menginspirasi inisiatif serupa, menggabungkan pelestarian budaya dengan lingkungan yang mendukung pertumbuhan karakter anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Zakat & Donasi